Dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, tim PSMS Medan harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Adhyaksa FC di Stadion Banten International pada Sabtu malam (18/10). Meskipun gagal meraih kemenangan, lini pelatih PSMS tetap memberikan apresiasi tinggi lantaran anak-asuhnya bermain dengan 10 pemain lebih dari satu jam setelah kartu merahnya terjadi di menit ke-29.
Gol cepat dari PSMS tercipta pada babak pertama oleh Felipe Cadenazzi yang membawa tim unggul terlebih dahulu. Namun drama tak terelakkan ketika ia diusir keluar lapangan karena menyikut pemain lawan—sikap yang memaksa PSMS bertahan dengan kekuatan kurang hingga akhirnya kebobolan oleh gol sundulan Makan Konaté di masa injury time, dan skor pun menjadi 1-1.
Meski demikian, asisten pelatih PSMS, Welliansyah, tetap memuji perjuangan para pemainnya. “Aplaus untuk semua pemain. Ini pertandingan yang luar biasa, mereka berjuang tanpa henti,” ujarnya pada hari Minggu, 19 Oktober 2025. Ia menambahkan bahwa kebobolan di akhir laga adalah bagian dari dinamika pertandingan yang akan menjadi bahan evaluasi ke depannya.
Dari sisi manajemen dan suporter, suasana juga menunjukkan sinergi positif. Welliansyah menyampaikan terima kasih kepada para suporter dan manajemen yang tetap mendukung penuh proses tim, khususnya dalam kondisi sulit seperti bermain dengan 10 orang. Ia berharap doa dan dukungan tersebut menjadi energi positif bagi PSMS di pertandingan berikutnya.
Hasil imbang ini tentu membawa dua sisi: satu poin yang masih bisa digunakan untuk melaju di klasemen, tetapi juga rasa kecewa karena keunggulan tidak mampu dipertahankan. PSMS akan kembali fokus pada laga kandang berikutnya dengan semangat yang tetap tinggi dan evaluasi yang matang, terlebih setelah menghadapi ujian bermain dengan kekuatan tidak ideal.